Universitas LIA

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Universitas LIA Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Akreditasi Universitas LIA

JAKARTA, 19 Oktober 2026 — Universitas LIA menjalani asesmen lapangan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 15–16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi eksternal untuk menilai mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, tata kelola institusi, serta kesesuaian pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dengan standar yang berlaku.

Asesmen tersebut dipimpin oleh Rektor Universitas LIA, Assoc. Prof. Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd., bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika. Tim asesor yang ditugaskan BAN-PT terdiri atas Agung Eko Budiwaspada, Dr. M.Sn., dari Institut Teknologi Bandung; Ai Rosita, Dr. ST., MT., MOS, MCE., dari Universitas Widyatama; serta Esti Junining, Dr. S.Pd., M.Pd., dari Universitas Brawijaya. Pelaksanaan asesmen juga didampingi oleh Domo Pranoto sebagai perwakilan BAN-PT.

Rektor Universitas LIA, Siti Yulidhar Harunasari, mengatakan asesmen lapangan tidak hanya menjadi bagian dari proses akreditasi, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi capaian institusi dan mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan. Evaluasi tersebut mencakup integrasi proses pembelajaran, efektivitas tata kelola, serta kesiapan perguruan tinggi dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Proses akreditasi Universitas LIA oleh BAN-PT ini menjadi cermin bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Fokus utama kami adalah menghadirkan sistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan era industri modern. Kami berkomitmen memberikan pengalaman akademik terbaik yang memadukan keahlian bahasa, bisnis, teknologi, serta karakter unggul bagi para mahasiswa,” ujar Yulidhar.

Selama dua hari pelaksanaan, asesmen mencakup penelaahan laporan evaluasi diri, verifikasi data kinerja, serta diskusi antara tim asesor dan pengelola universitas. Tim asesor juga melakukan wawancara dengan mahasiswa, alumni, dan mitra industri untuk memperoleh gambaran mengenai kualitas proses pembelajaran, relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta kompetensi lulusan.

Selain mengevaluasi aspek akademik dan tata kelola, tim asesor meninjau secara langsung sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Peninjauan meliputi laboratorium komputer, infrastruktur jaringan, perpustakaan, serta ruang kelas yang digunakan untuk mendukung pembelajaran tatap muka, hibrida, dan digital.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian umpan balik dan rekomendasi dari tim asesor kepada pihak universitas. Masukan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Universitas LIA untuk menyusun langkah perbaikan yang terukur, memperkuat tata kelola akademik, serta meningkatkan relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui proses evaluasi ini, Universitas LIA diharapkan dapat memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan sekaligus memantapkan upaya pencapaian visi institusi sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, dan bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »