Universitas LIA

Mahasiswa Universitas LIA ikuti AYF 35 di Da Lat, Vietnam

Jakarta, 24 Desember 2025 – Universitas LIA (UL) mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti Asian Youth Forum 35 (AYF 35) di Da Lat University, Vietnam, pada 7-14 Desember 2025. AYF merupakan acara internasional tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara di Asia untuk mengikuti seminar akademik, lokakarya lintas budaya, kegiatan sosial, dan lainnya. Forum ini mendukung mahasiswa internasional di Asia untuk saling berkomunikasi, bertukar pengetahuan bahasa dan budaya, keterampilan kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.

Mengusung tema “AI Influence in Education“, AYF 35 menghadirkan diskusi mendalam tentang peran kecerdasan buatan dalam transformasi pendidikan di Asia. Forum ini membahas bagaimana AI dapat meningkatkan pembelajaran personal, mengotomatisasi tugas administratif, serta memperluas akses terhadap sumber daya pendidikan berkualitas di berbagai negara Asia.

Delegasi UL ke AYF 35 yang dilaksanakan bersamaan dengan International Conference on English Language Learning 2 (ICELL 2), dan International Conference on Learning and Teaching (ICOLT) dipimpin oleh Rektor, Assoc. Prof. Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd., dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Humas Universitas LIA, Ismarita Ramayanti, Ph.D., didampingi oleh Tenaga Ahli Rektor Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Diah Madubrangti, M.Si., serta Gemilang Lumban Raja dan Alija Lavihusna Adhari dari mahasiswa program studi S1 Bahasa Inggris. Partisipasi aktif UL di AYF 35 ini juga didukung oleh rekomendasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia Internasional.

Selama kegiatan AYF 35, mahasiswa UL menunjukkan prestasi membanggakan dengan tampil sebagai presenter di hadapan sekitar 250 peserta internasional dari Indonesia, Jepang, Vietnam, Thailand, dan Inggris. Mereka menunjukkan kapasitas akademiknya dengan berpartisipasi dalam Roundtable Forum bertema “Students Perception of AI Influence in Language Education“. Dalam forum ini, Gemilang dan Alija berdiskusi bersama delegasi mahasiswa dari Jepang, Thailand, dan Vietnam untuk berbagi perspektif tentang bagaimana AI memengaruhi pembelajaran bahasa di negara masing-masing. Keikutsertaan mereka dalam forum diskusi tingkat regional ini memberikan kesempatan untuk bertukar pandangan dengan mahasiswa dari berbagai negara Asia tentang tantangan dan peluang implementasi AI dalam pendidikan bahasa.

Selain kegiatan akademik, Gemilang dan Alija juga aktif dalam berbagai sesi pertukaran budaya dan pembelajaran bahasa. Mereka berperan dalam memperkenalkan budaya Indonesia dalam sesi Asian Culture dan mengajarkan bahasa Indonesia kepada peserta internasional dalam sesi Indonesian Language Teaching. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa UL untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus membangun jejaring internasional dengan sesama mahasiswa Asia.

“Pengalaman presentasi di hadapan peserta internasional sangat berharga bagi saya. Ini adalah kesempatan pertama saya untuk membagikan hasil penelitian tentang AI dalam penerjemahan kepada audience yang beragam,” ujar Gemilang. “Feedback dan pertanyaan dari peserta dari berbagai negara membuka perspektif baru saya tentang bagaimana teknologi AI dipersepsikan secara berbeda di setiap negara. Kegiatan ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan riset di bidang teknologi bahasa.” Ia juga menambahkan, “Berpartisipasi dalam AYF 35 bukan hanya tentang presentasi, tetapi juga tentang belajar dari mahasiswa lain. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi isu-isu global di bidang bahasa, teknologi dan komunikasi.”

AYF 35 tidak hanya memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berharga bagi mahasiswa Universitas LIA, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan institusi pendidikan tinggi di Asia di masa mendatang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »