
Universitas LIA melalui Program Studi Bahasa Inggris sukses menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui program Community English Program (CEP) yang diadakan selama periode September 2025 hingga Januari 2026. Kegiatan mengajar berbasis komunitas ini dilaksanakan secara langsung di Kampung Inggris Cikoko. Program pendidikan ini ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris kepada murid-murid di jenjang SD dan SMP yang berminat di sekitar wilayah Cikoko, Jakarta Selatan.
Dengan adanya program CEP ini, membangkitkan kembali Kampung Inggris Cikoko yang sempat terhenti akibat pandemi CoVid-19. Selama masa CEP, kegiatan belajar mengajar dipusatkan di bangunan Paud BKB Dahlia yang terletak di Jalan Cikoko, Blok L, No. 15. Pelaksanaan program dilakukan setiap hari Sabtu, dengan waktu mengajar selama tiga jam.
Di lapangan, para mahasiswa Universitas LIA memegang peranan penting sebagai pengajar sekaligus tim pengembang pembelajaran. Para mahasiswa mengaplikasikan teori Communicative Language Teaching (CLT), yakni sebuah pendekatan pengajaran yang berfokus pada komunikasi praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Terkait program ini, Dr. Risna Saswati, M.Hum., selaku Koordinator Community English Program, menyampaikan pandangannya terhadap perkembangan yang dialami para mahasiswa. “Pelaksanaan CEP di Kampung Inggris Cikoko telah memberikan mahasiswa kesempatan untuk praktik di dunia kerja secara nyata dan mengembangkan keterampilan teknis dan nonteknis mahasiswa, baik dalam konteks pengajaran dan etika profesi,” ungkapnya.
Fadhilah Nursehati, S.STP., M.Si., NL.P. selaku lurah Cikoko juga menyampaikan bahwa kedepannya program CEP akan dilakukan pengembangan. “Program ini akan dikembangkan ke RW-RW lain selain Kelurahan Cikoko,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama antara UL dengan Kampung Inggris sudah berjalan sangat baik. “Saya berharap program ini berlanjut tidak hanya kelompok bahasa Inggris saja, tetapi ke bahasa Jepang dan pelatihan korespondensi untuk karyawan kelurahan.”
Salah satu orang tua siswa sangat merasakan dampak dari program ini. “Kegiatan belajar ini bermanfaat sekali untuk meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris anak saya. Semenjak mengikuti program ini, anak saya jadi percaya diri berbicara Bahasa Inggris dan alhamdulillah nilainya juga baik.” ucap beliau.
Selama menjadi pengajar, mahasiswa juga dihadapkan pada realitas lapangan yang dinamis, seperti kompetensi pedagogik yang harus terus disesuaikan. Akan tetapi, tantangan tersebut justru menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah problem-solving, ketelitian, tanggung jawab, dan sikap profesionalisme.
Melalui program ini, Universitas LIA berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.