Universitas LIA

Universitas LIA Sukses Menyelenggarakan International Seminar on Forensic Linguistics and Terrorism Studies 2025

Seminar Internasional Forensic Linguistics and Terrorism Studies 2025_Universitas LIA

International Seminar on Forensic Linguistics and Terrorism Studies yang telah sukses diselenggarakan oleh Universitas LIA berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Dublin City University, University of South Wales, Institut Barcelona D’Estudis Internationals, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Seminar ini diselenggarakan secara virtual selama dua hari penuh, yakni pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2025.

Berfokus pada isu-isu terkait keamanan nasional serta upaya penanggulangan terorisme, seminar internasional ini mengeksplorasi bagaimana analisis linguistik dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mengidentifikasi dan menanggapi narasi ekstremis, propaganda, dan ancaman terorisme yang tersebar melalui komunikasi.

Seminar ini menghadirkan jajaran pembicara yang kompeten dari latar belakang akademik dan praktisi keamanan, diantaranya adalah Assoc. Prof. Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd. dari Universitas LIA, yang menyampaikan materi penting tentang Deception in Language: The Interface of Forensic and Psycholinguistics. Pembahasan ini relevan dengan tujuan program studi Bahasa Inggris dan Jepang di Universitas LIA, yang berfokus pada pengembangan keilmuan linguistik. Serta memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa linguistik bukan hanya digunakan untuk kebutuhan akademik saja, melainkan juga berperan besar dalam penyelidikan, penegakan hukum, dan pemeliharaan perdamaian dunia.

Selain itu, Brigadir Jenderal Polisi Dhani Hernando, S.I.K., M.H., dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), juga menyampaikan topik yang tak kalah penting mengenai “International Cooperation in Counter-Terrorism.” Dalam paparannya, beliau menyoroti peran aktif Indonesia dalam kerja sama global untuk memerangi terorisme. Berdasarkan Global Terrorism Index (GTI) 2025: Asia Pacific, Indonesia termasuk dalam lima negara yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanggulangan terorisme. Tren ancaman terorisme di Indonesia pun menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan tidak adanya serangan teror yang tercatat sepanjang 2023–2025, yang mencerminkan efektivitas langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terorisme yang diterapkan secara konsisten melalui sinergi antar lembaga dan kerja sama internasional.

International Seminar_UL

Seminar internasional ini diperkaya dengan kehadiran pakar terrorism study Prof. Dr. Christian Kaunert dari Dublin City University dan Dr. Anant Mishra dari University of South Wales. Diskusi juga melibatkan perspektif linguistik Indonesia yang mendalam dari Drs. Krisanjaya, M.Hum. dari UNJ. Seluruh pembicara memberikan materi yang menarik, menekankan bahwa pemahaman struktur bahasa ekstremis adalah kunci untuk merumuskan strategi penanggulangan terorisme yang efektif dan berbasis bukti.

Diharapkan, seminar ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih erat antara bidang linguistik forensik dan lembaga-lembaga keamanan, sehingga tercipta strategi yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman terorisme di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan linguistik terapan di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan analisis bahasa untuk kepentingan hukum, kebijakan publik, dan keamanan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »